Infokamparupdate.com – KAMPA, KAMPAR – Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan dan komitmen dalam mendukung generasi muda meraih cita-cita, Pebriyan Winaldi, Direktur PT. Green Palma Riau Jaya, menyalurkan bantuan beasiswa senilai Rp60 juta kepada enam orang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Assalam yang berhasil lulus dan akan melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. (Jum’at, 09/10/2026)
Bantuan beasiswa tersebut diberikan masing-masing sebesar Rp10 juta untuk setiap santri. Penyerahan bantuan dilaksanakan secara langsung di Peron PT. Green Palma Riau Jaya yang berlokasi di Dusun Jawi-Jawi, Desa Koto Perambahan, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar.

Program bantuan pendidikan ini menjadi salah satu wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap masa depan generasi muda, khususnya para santri yang memiliki tekad kuat untuk memperdalam ilmu agama hingga ke luar negeri.
Dalam sambutannya, Pebriyan Winaldi menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan agar kehadiran PT. Green Palma Riau Jaya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
“Bantuan ini adalah bentuk komitmen perusahaan kami, bahwa hadirnya kami bisa memberikan manfaat bagi orang banyak. Kami ingin kehadiran perusahaan ini tidak hanya bergerak di bidang usaha, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan,” ujar Pebriyan.
Ia juga menyampaikan harapan agar keenam santri tersebut dapat memanfaatkan kesempatan berharga ini dengan sebaik-baiknya, belajar dengan sungguh-sungguh, serta menjaga nama baik keluarga, pesantren, dan daerah asal selama menuntut ilmu di Mesir.
Pebriyan berharap para santri nantinya dapat kembali ke Tanah Air dengan membawa ilmu yang bermanfaat, menjadi ulama yang berilmu dan berakhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi bagi umat, bangsa, dan agama.
“Semoga anak-anak kita yang berangkat ke Mesir ini diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu, sukses dalam pendidikan, dan kelak pulang menjadi ulama yang bermanfaat bagi umat. Ilmu yang mereka peroleh nantinya diharapkan dapat dibagikan kepada masyarakat dan menjadi amal jariyah bagi kita semua,” tambahnya.
Sementara itu, Muhammad Zul Fadli, yang mewakili para santri penerima beasiswa, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada Pebriyan Winaldi atas bantuan pendidikan yang diberikan.
Ia mengatakan, bantuan tersebut sangat berarti bagi para santri yang akan melanjutkan pendidikan ke Kairo, Mesir, sekaligus menjadi penyemangat untuk terus mengejar cita-cita dan memperdalam ilmu agama.
“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bapak Pebriyan Winaldi atas bantuan beasiswa yang telah diberikan kepada kami. Dengan adanya bantuan ini, kami semakin terbantu dan memiliki semangat untuk melanjutkan perkuliahan di Kairo, Mesir. Semoga kebaikan Bapak Pebriyan dibalas oleh Allah SWT dengan keberkahan dan rezeki yang berlimpah,” ungkap Muhammad Zul Fadli.
Bantuan beasiswa senilai Rp60 juta ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap pendidikan dapat diwujudkan melalui langkah nyata. Dukungan kepada para santri tidak hanya membantu meringankan kebutuhan biaya pendidikan, tetapi juga membuka peluang bagi generasi muda untuk menimba ilmu di salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka di dunia.
Di tengah tantangan dunia pendidikan, perhatian dari pihak swasta dan dunia usaha diharapkan dapat menjadi energi positif bagi lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, serta memiliki pemahaman agama yang kuat.
Melalui program kepedulian seperti ini, Pebriyan Winaldi bersama PT. Green Palma Riau Jaya berharap dapat terus mengambil bagian dalam mendukung kemajuan masyarakat, khususnya di Kabupaten Kampar dan Provinsi Riau.
Bagi para santri, perjalanan menuju Universitas Al-Azhar Mesir bukan sekadar langkah untuk meraih gelar akademik, melainkan juga sebuah amanah untuk menuntut ilmu, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang mampu membimbing serta memberikan manfaat bagi umat.
“Langkah kecil hari ini, harapan besar untuk masa depan. Semoga ilmu yang dituntut menjadi cahaya bagi keluarga, pesantren, masyarakat, dan umat Islam.” (MAN)





